Selain menunda pertemuan tingkat menteri itu, Korut juga mengancam akan membatalkan rencana pertemuan Kim Jong-un dengan Presiden AS Donald Trump yang dijadwalkan digelar pada 12 Juni di Singapura.
Laporan kantor berita pemerintah Korut, KCNA, mengecam latihan angkatan udara "Max Thunder" yang disebut melibatkan jet tempur siluman AS dan sejumlah pengebom B-52.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Latihan ini, yang diarahkan kepada kami, yang dilakukan di seluruh penjuru Korea Selatan, adalah penentangan terang-terangan atas Deklarasi Panmunjom dan provokasi militer yang disengaja untuk mengkontra perkembangan politik di Semenanjung Korea," kata KCNA, dikutip Reuters.
Deklarasi Panmunjom adalah pernyataan bersama yang dicapai Korut dan Korsel saat Kim bertemu Moon. Kedua pihak sepakat menandatangani perjanjian damai tahun ini.
"Amerika Serikat juga mesti memikirkan baik-baik nasib rencana pertemuan tingkat tinggi Korea Utara-AS melihat gangguan militer provokatif yang dilakukan bersama otoritas Korea Selatan ini."
Pentagon menyatakan latihan "Max Thunder" adalah kegiatan rutin dan bersifat bertahan. Seorang juru bicara mengatakan latihan akan dilakukan di pangkalan udara Gwangju dan digelar dengan "skala yang sama dengan tahun lalu."
Hubungan Korea Utara dan Korea Selatan sempat membaik lewat pertemuan Kim (kiri) dan Moon (kanan). (Korea Summit Press Pool/Pool via Reuters) |
Saat itu, latihan gabungan digelar pada 28 April mendatang di pangkalan udara Kunsan, barat daya Semenanjung Korea, di tengah ancaman peluru kendali balistik dan senjata nuklir Korut.
Lihat juga:Trump Akan Bertemu Kim Jong Un di Singapura |
Sementara itu, 500 personel Korsel menerbangkan pesawat tempur jenis F-15K, F-16, F-5E, dan F-4E dalam latihan tersebut.
Selain Max Thunder, tahun lalu AS juga melakukan latihan angkatan laut bersama sejumlah kapal perusak Jepang, seiring dengan dikerahkannya kapal induk USS Carl Vinson ke kawasan.
Kapal induk bertenaga dua reaktor nuklir Carl Vinson dilaporkan membawa sedikitnya 100 pesawat tempur.
(aal)
Hubungan Korea Utara dan Korea Selatan sempat membaik lewat pertemuan Kim (kiri) dan Moon (kanan). (Korea Summit Press Pool/Pool via Reuters)