"Kami telah melewatkan banyak Ramadan dengan ayah. Saya pikir ini menjadi hadiah termanis bagi keluarga dan kerabat kami di Permatang Pauh," ucap Nurul Izzah seperti dikutip kantor berita Bernama, Rabu (16/5).
Nurul Izzah mengatakan seluruh upaya, terutama petisi yang dilakukan untuk membantu pembebasan sang ayah, akhirnya membuahkan hasil.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, pada 1999 lalu, Anwar juga dijebloskan ke penjara oleh Mahathir Mohamad, rekan politikus yang berubah jadi musuhnya kala itu, 1998 silam.
Mahathir, yang saat itu menjabat perdana menteri Malaysia, memenjarakan Anwar yang mengisi posisi wakilnya. Dia dituduh melakukan korupsi dan sodomi.
Pendukung Anwar menyebut kasus itu sebagai konspirasi elite untuk membungkamnya karena ingin mengungkap korupsi yang dilakukan rezim Mahathir.
Pakatan Harapan berhasil memenangkan pemilu secara tidak terduga. Mahathir pun berjanji meminta pengampunan raja agar Anwar bebas.
Mahathir juga berjanji akan menyerahkan jabatannya sebagai PM Malaysia kepada Anwar setelah dibebaskan. Istri Anwar, Wan Azizah Wan Ismail, juga ditunjuk Mahathir sebagai wakil perdana menteri.
Dia menjadi perempuan pertama yang menduduki jabatan terpenting kedua dalam pemerintahan Negeri Jiran.
(aal)