Turki selama ini menjadi salah satu negara yang paling vokal mengkritik kekerasan Israel kepada pedemo di perbatasan Gaza dan keputusan AS untuk membuka kedubes di Yerusalem. Ankara pun meminta Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) menggelar rapat darurat di Istanbul, Jumat (18/5).
Lihat juga:Israel Serang Basis Hamas di Jalur Gaza |
"Di hadapan semua peristiwa ini, Perserikatan Bangsa-Bangsa berakhir. (Badan itu) telah kehabisan tenaga dan runtuh," kata Erdogan sebagaimana dikutip Reuters, Kamis (17/5). "Jika rundungan Israel dihadapi dengan bungkam, dunia akan segera terseret pada kekacauan di mana kejahatan berkuasa."
Kekerasan di Gaza menewaskan setidaknya 60 orang. (REUTERS/Mohammed Salem) |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia juga mengatakan kantor kepala staf dan kementerian luar negeri Turki tengah bekerja untuk mengevakuasi korban terluka dari Gaza. Ia menegaskan pihaknya akan siap sedia untuk Palestina "berapapun harga yang harus dibayar."
"Bahkan jika dunia menutup mata, kami tidak akan membiarkan kekejaman Israel. Kami akan terus berada untuk saudara kami di Israel, tak hanya dengan hati tapi dengan semua sumber daya."
"Kami tak akan membiarkan Yerusalem dicuri oleh Israel."
(aal)
Kekerasan di Gaza menewaskan setidaknya 60 orang. (REUTERS/Mohammed Salem)