Angka kehadiran pemilih dilaporkan hanya mencapai 46,1 persen karena pihak oposisi arus tengah menggelar boykot. Angka yang diungkap oleh dewan pemilu itu jauh lebih rendah dari pemungutan suara terakhir pada 2013, yakni 80 persen.
Dewan pemilu, dikutip Reuters, menyatakan Maduro mendapatkan 5,8 juta suara, sementara pesaing terdekatnya, Henri Falcon, hanya mendapatkan 1,8 juta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Prosesnya tak dapat dipungkiri tidak sah dan dengan ndemikian kami tak mengakuinya," kata mantan gubernur itu, sebelum hasil pemilu diumumkan.
Dia memprotes penempatan 13 ribu stan pro-pemerintah dekat tempat pemungutan suara di seluruh penjuru negeri.
Warga Venezuela yang dilanda kemiskinan juga diminta memindai "kartu tanah air" di tenda-tenda berwarna merah usai pemungutan suara, dengan harapan menerima "hadiah" yang dijanjikan oleh Maduro.
"Kartu tanah air" dibutuhkan untuk menerima sejumlah bantuan seperti boks makanan dan uang. Pihak oposisi menyebut langkah pemerintah itu sama dengan membeli suara.
(aal)