Pence mengatakan Korut seharusnya tidak mencoba mencari konsesi dari AS dengan janji-janji yang tidak bisa ditepati.
"Kesalahan terbesar bagi Kim Jong-un untuk berpikir bahwa dia bisa mempermainkan Donald Trump," ucap Pence kepada Fox News seperti dikutip Reuters, Selasa (22/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai sekutu, Korsel dan AS masih menggelar latihan militer gabungan meski Seoul dan Pyongyang sepakat memulai kembali dialog damai dan menghentikan seluruh aktivitas permusuhan.
Korut mengecam latihan militer tersebut dan lebih dulu mengancam akan membatalkan pertemuan dengan Trump di Singapura. Pyongyang menganggap latihan perang itu sebagai "gangguan provokatif dengan Korsel."
Selama ini Korut menilai latihan militer AS dan Korsel dilakukan untuk persiapan menyerang wilayahnya. Kim Jong-un menganggap dialog dan latihan perang tidak bisa berjalan beriringan.
Dilansir CNN, sebagian pejabat Gedung Putih mulai merasa skeptis mengenai pertemuan Trump dan Kim Jong-un nanti. Meski sejumlah pejabat telah meninjau tempat-tempat pertemuan di Singapura, beberapa penasihat Trump secara pribadi menganggap kemungkinan perundingan semakin kecil.
Namun, sejauh ini orang terdekat Trump menyebut Presiden AS ke-45 itu masih berkomitmen bertemu dengan Kim Jong-un dan belum ada indikasi membatalkan rencana tersebut.
Meski begitu, ketegangan baru ini disebut membuat suasana pertemuan Trump dan Kim tidak seoptimistis sebelumnya.
(aal)