"Jadi kami akan mencoba. Jika kinerja mereka tidak memuaskan, kami akan mencopot menteri tersebut dan memilih yang lainnya. Kami akan memberikan kesempatan kepada orang baru dan mempertimbangkan suara perempuan juga. Tidak mudah mengisi jabatan-jabatan di kabinet," lanjut pria 92 tahun itu seperti dikutip The Star.
Meski begitu, Mahathir mengaku memilih menteri bukanlah tugas yang mudah, sehingga siapa pun yang terpilih tetap tak akan bisa memuaskan semua pihak dan bebas dari kritik publik.
Lihat juga:Mahathir Tuding Najib Palsukan Data Keuangan |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara keseluruhan, daftar nama belasan menteri itu mencakup perwakilan dari empat partai anggota koalisi Pakatan Harapan, yaitu Parti Pribumi Bersatu Malaysia (PPBM), Parti Keadilan Rakyat (PKR), Amanah, dan Democratic Action Party (DAP).
Lihat juga:Gulir Skandal 1MDB yang Jatuhkan Najib Razak |
Ia juga menyatakan jumlah menteri dalam kabinetnya kemungkinan mencapai 28 orang, menyertakan perwakilan dari Sabah dan Sarawak.
Selain perombakan kabinet, beberapa waktu lalu ia juga menegaskan bahwa seluruh kementerian dan lembaga negara akan diselidiki soal dugaan korupsi.
Mahathir menyebut pemerintahnya akan memeriksa Jaksa Agung Mohamed Apandi Ali, Ketua Komisi Pemilu Mohd Hashim Abdullah dan Komisi Pemberantasan Korupsi Malaysia (MACC).
"Tujuan kami adalah mencari orang-orang yang menunjukkan kecenderungan menjadi korup dan yang telah kedapatan melakukan korupsi," kata Mahathir. (stu)