Pengusaha Sebut Larangan Visa buat WNI juga Merugikan Israel

Natalia Santi, CNN Indonesia | Sabtu, 02/06/2018 11:50 WIB
Pengusaha Sebut Larangan Visa buat WNI juga Merugikan Israel Israel melarang WNI ke negaranya sebagai balasan atas pembatalan visa bagi warga Israel yang ingin berkunjung ke Indonesia. (Wikimedia Commons)
Jakarta, CNN Indonesia -- Emmanuel Shahaf, Deputi Ketua Kamar Dagang Indonesia-Israel mengungkapkan pembatalan dan penolakan visa ke Indonesia terkait situasi di Gaza, bukan pertama kalinya terjadi. Namun penolakan dan pembatalan yang baru lalu menimbulkan kerugian sangat besar dan kegeraman pengusaha yang visanya dibatalkan.

"Seingat saya, Indonesia juga pernah membatalkan dan menolak visa bagi warga Israel terkait situasi di Gaza. Namun pembalasan dari pemerintah Israel baru pertama kali ini," kata Shahaf kepada CNNIndonesia.com via telepon, Jumat (1/5).

Pernyataan Shahaf sekaligus membantah keterangan dari Kepala Humas Dirjen Imigrasi Agung Sampurno yang menyebut pembatalan visa terkait kondisi keamanan di Surabaya. Kepada CNNIndonesia.com, Agung menyebut masalah keamanan sebagai alasan penolakan visa kepada sejumlah warga Israel yang ingin berwisata ke Surabaya.



"Tidak saja visa yang belum dikeluarkan, tetapi visa yang sudah diberikan juga dibatalkan. Ini menimbulkan kerugian yang sangat besar," kata Shahaf sambil menyebut nilai kerugian yang diderita bisa mencapai puluhan ribu dolar.

Shahaf yang telah menjadi Deputi Ketua Kamar Dagang Indonesia-Israel sejak 1999 itu menyatakan turis Israel yang datang ke Indonesia rata-rata dari kalangan yang sangat kaya. Mereka menghabiskan banyak uang untuk dapat berlibur ke Indonesia. Bukan tidak mungkin, mereka juga mengenal kalangan dari pemerintah Israel dan mengadukan pembatalan visa itu sehingga untuk pertama kalinya, pemerintah Israel balik melarang warga Indonesia berwisata ke negeri itu.

"Mereka rata-rata dari kalangan well off, dan bukan tidak mungkin punya banyak jaringan," kata Shahaf.


Menurutnya, keputusan untuk melarang warga Indonesia berwisata ke Israel juga menimbulkan kerugian besar bagi pemerintahnya. Tahun lalu saja setidaknya terdapat 40 ribu wisatawan asal Indonesia berkunjung ke Israel. Hal ini secara ekonomi tentu berdampak kepada Israel.

Saat ditanya apakah larangan tersebut akan berlaku selamanya, Shahaf tidak dapat memastikan. Namun dia menduga larangan bagi WNI untuk berkunjung ke Israel itu akan berubah seiring dengan perkembangan situasi di Jalur Gaza, Palestina.

Dilansir pertama kali oleh situs berita Middle East Monitor, Israel membalas dengan melarang WNI berkunjung ke negeri itu setelah upaya memulihkan visa yang dibatalkan mendapat penolakan dari pemerintah Indonesia. Menurut Middle East Monitor, penangguhan visa bagi warga Israel terjadi sebagai protes atas pembantaian yang dilakukan tentara Israel terhadap warga Palestina di Jalur Gaza.

Terkait larangan WNI ke Israel, pemerintah Indonesia menyatakan penerbitan visa adalah kedaulatan hak tiap negara dan memaklumi langkah  Israel. Belum jelas bagaimana nasib wisatawan Indonesia yang berencana berkunjung ke Israel dan telah mendapatkan visa kunjungan untuk tahun ini. Sejumlah biro perjalanan yang dihubungi CNNIndonesia.com menyatakan mereka tengah berkoordinasi dengan mitra mereka di Israel.



(nat)