Dua orang pejabat AS dan sejumlah diplomat dari negara Barat dan Asia menyebut Pentagon tengah mempertimbangkan penegasan operasi kebebasan bernavigasi dekat karang-karang sengketa yang dibangun oleh China.
Para pejabat yang dikutip Reuters pada Minggu (3/6) menolak mengatakan sudah seberapa jauh pembahasan itu berlangsung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang kami lihat dalam beberapa pekan terakhir hanya merupakan awal, rencana yang lebih signifikan tengah disusun," kata seorang diplomat Barat, merujuk pada operasi kebebasan navigasi pekan lalu yang untuk pertama kalinya melibatkan dua kapal perang AS.
"Terasa ada kebutuhan untuk melakukan tindakan lebih jauh dari itu."
Pentagon tidak berkomentar soal kemungkinan operasi di masa yang akan datang, tapi seorang juru bicaranya, Letnan Kolonel Christopher Logan, mengatakan "kami akan terus bekerja sama dengan negara sahabat, rekanan dan sekutu untuk memastikan Indo-Pasifik yang terbuka."
Meski operasi telah direncanakan berbulan-bulan sebelumnya, dan kegiatan serupa sudah rutin dilakukan, peristiwa itu diyakini merupakan pertama kalinya AS menggunakan dua kapal perang.
Pentagon juga menarik kembali undangan latihan militer multi-nasional yang sempat diberikan untuk pasukan China.
Sejumlah pengkritik mengatakan patroli yang selama ini dilakukan tak banyak berpengaruh pada sikap China dan hanya menutupi ketiadaan strategi luas untuk menghadapi dominasi China di kawasan.
(aal)