Dilansir dari Reuters, Juru Bicara Institut Forensik Nasional Guatemala mengungkapkan baru 13 korban tewas yang telah diidentifikasi sejauh ini.
Erupsi gunung setinggi 3.763 meter ini merupakan yang kedua kalinya dalam tahun ini. Namun, menjadi yang terbesar sepanjang empat dekade terakhir. Gunung api Fuego, yang namanya berarti 'api', memuntahkan aliran lava panas sejauh 8 kilometer dan mengeluarkan asap hitam tebal dan abu yang menghujani ibu kota dan kawasan lain.
Lihat juga:VIDEO: Gunung Fuego di Guatemala Meletus |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Operasi penyelamatan ditunda hingga 5.00 waktu setempat atau 18.00 WIB karena kondisi berbahaya dan cuaca basah, kata Cecilio Chacaj, juru bicara departemen pemadam kebakaran.
Lihat juga:FOTO: 'Murka' Gunung Fuego di Guatemala |
Salah satu video yang dipublikasikan Telediario, diduga diambil di desa El Rodeo, menunjukkan tiga jenazah di atas aliran lava, saat petugas berupaya menyelamatkan lelaki lanjut usia yang terselimuti abu dan lumpur.
"Sayangnya El Rodeo sudah terkubur dan kami belum bisa mencapai desa La Libertad karena lava dan mungkin ada orang yang meninggal di sana juga," kata Cabanas.
Dalam video lain, seorang perempuan yang tampak kelelahan nyaris tertelan lava yang tumpah di atas ladang jagung. (age/age)