Ciuman kontroversial itu dilakukan di tengah pertemuan Duterte dengan anggota diaspora Filipina di Korea Selatan, akhir pekan lalu. Tindakannya disambut sorakan dan kecaman dari politikus oposisi, pegiat hak perempuan dan pengguna media sosial.
Juru bicara Duterte, Harry Roque menyebut hal itu "momen akrab yang sangat diterima di budaya Filipina." Kepada CNN Philippines, dia mengatakan ciuman itu adalah hal "yang membuat Presiden populer di antara warga kami."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemimpin oposisi Risa Hontiveros mengatakan Duterte "bertindak seperti raja feodal yang berpikir presiden berhak melakukan apapun sesukanya." Dia juga mengatakan kekuasaan yang dipegang Duterte membuat ciuman itu tak dilakukan secara suka sama suka.
Pihak lain membela keputusan Duterte. Seorang pengguna media sosial menegaskan bahwa tindikannya biasa dilakukan etnis Visay seperti sang Presiden saat bercanda.
Dalam insiden di Seoul, Minggu, Duterte memanggil dua pekerja wanita Filipina naik ke atas panggung.
Saat berhadapan dengan seorang perempuan lainnya, Duterte memberi isyarat ke bibir. Kecupan itu memicu sorak-sorai dari hadirin, warga Filipina yang tinggal di Korea Selatan dalam acara itu.
Duterte yang tidak memiliki istri resmi, hanya pasangan hidup yang memberinya seorang anak, dikabarkan bertanya kepada perempuan itu soal status pernikahannya.
"Apakah kamu lajang? Kamu tidak bercerai? Bisakah kamu katakan kepadanya ini hanya sebuah lelucon?" celoteh Duterte seperti dilaporkan situs berita Rappler, Filipina.
Kim mengatakan dia tidak marah karena ciuman itu. "Itu hanyalah untuk menghibur dan menggembirakan warga Filipina yang sedang berkumpul," kata Kim.
(aal)