"Penunjukkan ini akan tetap melestarikan hak khusus bagi warga Malaysia dan Bumiputera dan status Islam sebagai agama negara," ujar seorang pejabat istana, Wan Ahmad Dahlan Abdul Aziz, melalui pernyataan yang dirilis untuk mewakili raja pada Senin (4/6).
Diberitakan Reuters, Wan mengatakan bahwa keputusan ini diambil setelah mendengarkan keterangan dari Mahathir dan berkonsultasi dengan delapan petinggi istana lain.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masalah ini berakar pada sejumlah kelompok masyarakat yang menolak keputusan pemerintah untuk mengganti Jaksa Agung, Mohamed Apandi Ali, dengan Tommy.
Jika dilantik, pria keturunan India Kristen ini akan menjadi jaksa agung non-pribumi pertama sejak negara berpopulasi 60 persen Muslim itu merdeka pada 1963 silam.
Salah satu tugas terbesar Tommy nantinya adalah membongkar skandal korupsi lembaga 1Malaysia Development Berhad (1MDB) yang menyeret nama mantan PM, Najib Razak.
Skandal ini menjadi sorotan setelah pada 2015 lalu Wall Street Journal melaporkan ada aliran dana sebesar US$681 juta dari 1MDB masuk ke rekening pribadi Najib.
Saat menjabat, Najib terus membantah tuduhan ini dengan berkilah bahwa uang tersebut merupakan sumbangan dari anggota keluarga Kerajaan Arab Saudi.
Najib sendiri sudah dua kali diperiksa Komisi Anti-korupsi Malaysia (MACC) setelah lembaga itu menemukan bukti aliran dana sekitar US$10,6 juta ke rekening pribadi sang mantan PM dari SRC International, bekas anak perusahaan 1MDB.
Hari ini, Selasa (5/6), istri Najib, Rosmah Mansor, juga memenuhi panggilan MACC untuk memberikan keterangan terkait SRC International. (has)