Israel Klaim Tak Sengaja Tembak Perawat Palestina

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Rabu, 06/06/2018 15:37 WIB
Israel Klaim Tak Sengaja Tembak  Perawat Palestina Militer Israel menyatakan penembakan fatal terhadap perawat Palestina Razan Ashraf Al-Najjar, 21 tahun di Jalur Gaza pekan lalu terjadi secara tidak sengaja. (REUTERS/Mohammed Salem)
Jakarta, CNN Indonesia -- Militer Israel menyatakan penembakan fatal terhadap perawat Palestina Razan Ashraf Al-Najjar, 21 tahun di Jalur Gaza pekan lalu terjadi secara tidak sengaja. Najjar tewas setelah dihajar peluru tentara Israel saat akan menolong seorang demonstran yang terluka dekat perbatasan Israel.

Najjar terkena tembakan di bagian dada, meski telah mengenakan jaket putih yang membedakannya sebagai perawat medis dan telah mengangkat tangannya.

"Hanya sedikit peluru yang ditembakkan dalam insiden itu, tidak ada tembakan yang sengaja atau langsung ditujukan kepadanya," kata militer Israel saat mengumumkan hasil penyelidikan awal atas insiden penembakan Najjar, Rabu (6/6). Israel menyatakan penyelidikan akan terus dilanjutkan. Hasil pemeriksaan akan diteruskan ke pengadilan militer umum.


Kementerian Kesehatan Palestina menyatakan sekitar 120 warga Palestina tewas dan hampir 3.700 lainnya terluka selama protes hampir seminggu di sepanjang perbatasan Israel. Sebagian besar korban tidak bersenjata. dengan wartawan, petugas medis, remaja dan dua wanita di antara yang tewas.


Israel mendapat kecaman internasional karena menggunakan senjata api secara langsung. Uni Eropa dan PBB menuduh Israel menggunakan kekuatan yang berlebihan.

Adapun aktivis hak asasi manusia mengatakan tindakan tentara Israel ilegal karena menggunakan peluru tajam pada pengunjuk rasa Palestina yang tidak bersenjata, selagi pasukan Israel tidak terancam bahaya. Pejabat Amerika Serikat menyebut pelaku penembakan terhadap Najjar patut dihukum.

Sebaliknya, militer Israel menyalahkan Hamas atas pertumpahan darah tersebut. Mereka menuding Hamas menggunakan aksi demonstrasi sebagai tameng untuk melakukan serangan ke perbatasan.



Militer Israel juga mengaku menembak Najjar secara tidak sengaja, menyalahkan medan yang penuh dan sesak dan menyalahkan Hamas. Ashar Najjar, ayah Razan menyebut penjelasan Israel tidak memiliki kredibilitas.

"Ini tentara terkotor di dunia," katanya. "Kami tidak bergantung pada penyelidikan mereka dan kesimpulan mereka tidak berdasar. Sebaliknya, kami meminta penyelidikan internasional," kata Najjar seperti dilaporkan Star Tribune, Selasa (5/6).


Warga Palestina menggelar aksi sejak 30 Maret lalu untuk mengakhiri blokade Israel yang berlaku sejak Hamas menguasai Gaza sepuluh tahun lalu. Akibat blokade wilayah itu mengalami kesulitan ekonomi. Warga Palestina menunjuk hak untuk kembali ke tanah leluhurnya yang dicaplok Israel sejak 1948.

Para demonstran melemparkan ban-ban terbakar, bom molotov dan menerbangkan layang-layang ke arah Israel. Pada Selasa, seorang pejabat senior Israel memerintahkan militer untuk membunuh warga Palestina yang menerbangkan layang-layang di Gaza. "Saya minta tentara untuk memperlakukan mereka yang menerbangkan layang-layang sama seperti teroris lainnya," kata Menteri Keamanan Publik Israel Gilad Erdan.

Israel telah melancarkan puluhan pembunuhan terhadap puluhan milisi di Gaza, khususnya sejak intifada Palestina awal 2000-an. Namun menghentikannya sejak Perang 2012. Aktivis hak asasi manusia (HAM) menyebut serangan itu sebagai pembunuhan ekstrayudisial yang ilegal.

[Gambas:Youtube]

Militer Israel tidak merespons pernyataan Erdan. Tentara Israel yang bersenjata canggih, yang dapat menembak jatuh roket-roket, menghancurkan terowongan bawah tanah, tidak mampu menghentikan layang-layang sederhana.

Sekitar 200-an layang-layang terbang melintasi perbatasan. Membakar lebih dari 810 hektar tanah pertanian. Pada Selasa (5/6) sebuah kebakaran besar terjadi di sebuah sekolah dekat kota perbatasan Sderot. Tidak ada korban dalam insiden itu.

(rgt/nat)