"Ini pengkhianatan," kata kepala penasihat Presiden Donald Trump, Larry Kudlow, kepada CNN, Minggu (10/6).
Kudlow berbicara usai KTT G7 di Kanada, Sabtu. Sementara itu, dalam perjalanan ke Singapura untuk bertemu Kim Jong-un, Trump mengecam Trudeau atas "pernyataan salah" yang dibuatnya di konferensi pers, dan menyatakan AS tak akan mendukung komunike G7.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam wawancara pada Minggu, Kudlow menuding Trudeau melontarkan komentar itu untuk "konsumsi politik domestik" dan "merugikan seluruh G7."
"Dia sungguh seolah menikam kami dari belakang," kata Kudlow.
Dia mengatakan AS menjalani KTT bernegosiasi dengan kepercayaan penuh pada Trudeau dan pemimpin lainnya, dan pihaknya sempat berencana menandatangani komunike hingga Trudeau membuat komentar itu di konferensi pers.
"Ada tempat khusus di neraka bagi pemimpin negara asing manapun yang terlibat dalam diplomasi kepercayaan buruk dengan Presiden Donald J Trump dan kemudian berusaha menikamnya dari belakang," kata Navarro. "Dan itu yang dilakukan Justin Trudeau dengan konferensi pers itu. Dan itu yang dilakukan Justin Trudeau lemah yang tak jujur."
Navarro menambahkan, meski hanya kata-katanya sendiri, tapi pernyataannya sesuai dengan "sentimen yang terjadi di Air Force One," pesawat kepresidenan AS. Dia juga mengatakan Trump menghadiri G7 di Kanada demi Trudeau, jelang agenda lebih penting yang menanti di Singapura.
"Dia [Trump] membantunya [Trudeau]," kata Navarro. "Dia bahkan rela menandatangani komunike sosialis itu."
"Kanada tak melakukan diplomasi melalui serangan ad hominem," kata Freeland. "Kami tak berpikir hal itu berguna atau produktif untuk berbisnis, dan mungkin kami menahan diri terutama dari melakukan serangan ad hominem ketika berhubungan dengan sekutu kami."
(aal)