Lebih dari 2.500 wartawan datang ke Singapura untuk meliput pertemuan bersejarah antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, Selasa (12/6) besok.
Singapura dikenal dengan ketegasannya menegakkan hukum, sementara Korea Selatan diketahui sangat ngotot dalam menjalani tugas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Donald Trump Temui PM Singapura di Istana |
Dua orang lainnya, seorang staff KBS lain dan satu penerjemah, dinyatakan tidak melakukan pelanggaran hukum.
Pengamanan ketat telah dikerahkan untuk mengawal pertemuan Kim dan Trump. Sebagian dari Singapura bahkan nyaris terisolasi.
Polisi menegaskan bahwa wartawan yang melanggar hukum Singapura "tidak akan diakreditasi, sehingga tak akan diperbolehkan meliput, pertemuan antara Amerika Serikat dan Korea Utara."
Setelah diselidiki, polisi menemukan narkotik di dalam mobil tersebut. Motif terorisme pun ditepikan oleh pihak berwenang.
(aal)