Komentar Moon Chung-in dilontarkan pada Senin (11/6), sehari sebelum pertemuan berisiko tinggi di Singapura antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un.
Dialog antara kedua pemimpin negara diperkirakan akan berpusat pada upaya pengakhiran program senjata nuklir dan peluru kendali Korut dengan imbalan insentif diplomatik dan ekonomi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena itu, tindakan di masa lalu tidak boleh dijadikan tolok ukur untuk menilai sikap Korea Utara saat ini atau di masa yang akan datang."
Sementara itu, Presiden Moon Jae-in berbicara dengan Trump melalui sambungan telepon.
Kantor kepresidenan tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai percakapan keduanya, tapi menyatakan berencana mengeluarkan pernyataan resmi.
Laporan dari Singapura:KTT AS-Korut, Tamu Hotel Dilarang Memotret Kim Jong-un |
Pertemuan Kim dan Trump akan jadi pertama kalinya dalam sejarah pemimpin kedua negara bertatap muka secara langsung.
Hubungan keduanya sempat memanas sepanjang 2017 lalu, ketika Korut terus melakukan uji coba rudal dan nuklirnya. Kim dan Trump kerap silih melontarkan hinaan hingga ancaman perang.
Di saat yang sama, Korea Selatan tengah dipimpin Presiden Moon Jae-in yang lebih mengedepankan pendekatan lunak terhadap negara tetangganya. Secara resmi, dua Korea masih berstatus musuh perang.