Israel Sebut Kegagalan Penalti Messi Karena Batal Tanding

Natalia Santi, CNN Indonesia | Minggu, 17/06/2018 11:36 WIB
Israel Sebut Kegagalan Penalti Messi Karena Batal Tanding Menteri Pertahanan Avigdor Liberman menyebut kegagalan penalti Lionel Messi karena membatalkan pertandingan pemanasan dengan tim Israel di Yerusalem. (REUTERS/Carl Recine)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kegagalan kapten tim nasional Argentina Lionel Messi saat mengeksekusi penalti ke gawang Islandia di Piala Dunia 2018 menuai komentar Menteri Pertahanan Israel Avigdor Liberman. Menurut Liberman, kegagalan penalti disebabkan karena tim Argentina batal melawan tim Israel beberapa waktu lalu.

"Dalam permainan Argentina melawan Islandia kami melihat betapa Messi perlu pertandingan pemanasan melawan Israel," kata Liberman lewat akun Twitter-nya, setelah Messi gagal menggolkan penalti.

Anggota Parlemen Arab Israel Ahmed Tibi juga mengaitkan kegagalan penalti itu dengan pembatalan pertandingan pemanasan tim nasional Argentina di Yerusalem. Lewat akun Twitter'-nya Tibi mencuit, "Siapa yang lebih bahagia dengan kegagalan penalty Messi hari ini?"



Tim Argentina akhirnya bermain seri dalam pertandingan perdana melawan tim Islandia di Piala Dunia 2018 dengan skor 1:1, Sabtu (16/6).

Messi gagal memberikan kemenangan pada tim nasional Argentina saat penalti di menit ke-64 berhasil dihentikan penjaga gawang Hannes Haldorsson.

Argentina membatalkan pertandingan pemanasan Piala Dunia dengan Israel setelah lokasi pertandingan dipindahkan ke Yerusalem, dari lokasi sebelumnya Haifa. Penolakan itu dilakukan sebagai tindakan solidaritas Argentina untuk mengecam kekerasan yang dilakukan tentara Israel terhadap demonstran Palestina di Jalur Gaza.


Majelis Umum Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) juga mengecam tindakan kekerasan tentara Israel terhadap warga Palestina lewat resolusi yang disahkan pada Rabu (13/6). Sedikitnya 130 warga Palestina tewas dan ribuan lainnya luka-luka akibat kekerasan yang dilakukan tentara Israel di Jalur Gaza.

Resolusi tersebut juga menyerukan kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres untuk memberikan perlindungan internasional kepada warga Palestina. Resolusi yang berjudul 'Protection of Palestinian Civilians' telah dipungut suarakan dengan hasil akhir 120 mendukung, 8 menolak dan 45 negara abstain.

(nat/nat)