Pemerintahan Ankara menyatakan bahwa para petempur milisi Kurdi berpangkalan di kota itu, kata militer Turki pada Senin (18/6).
Awal bulan ini Turki dan AS menyepakati satu persetujuan tentatif untuk mengatasi perselisihan mengenai kota itu yang telah berlangsung selama beberapa bulan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Berdasarkan Peta Jalan Manbij dan Prinsip Keamanan yang sebelumnya disepakati, kegiatan-kegiatan patroli independen yang dilakukan tentara Turki dan pasukan AS telah dimulai di garis antara kawasan (yang dikuasai Turki) dan Manbij," kata angkatan bersenjata Turki di Twitter.
Turki telah melancarkan dua kampanye militer lintas batas bersama dengan para pemberontak Suriah dalam dua tahun terakhir. Kampanye pertama yang diberi nama "Perisai Eufrat", bertujuan mengusir pasukan IS dan YPG dari perbatasan, dan kedua yang disebut "Cabang Olive", bertujuan membersihkan kota Afrin dari YPG.
Kepala milisi yang mengendalikan kota itu, Dewan Militer Manbij, membenarkan tentara Turki telah mulai berpatroli. Dewan itu berafiliasi dengan Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang didominasi pengikut YPG dukungan AS di bagian utara Suriah.
"Di pihak Manbij ada Dewan Militer Manbij dan pasukan koalisi yang berpatroli," kata Muhammad Abu Adel kepada Reuters, dengan menambahkan, tentara Turki dan sekutu pemberontak Suriah mereka berpatroli di sisi lain.
Menyusul sukses operasi di Afrin, Presiden Turki Tayyip Erdogan dilaporkan beberapa waktu lalu mengancam akan menggempur dan merebut Manbij. (osc)