"Korea Selatan dan Amerika Serikat telah setuju untuk menunda semua kegiatan perencanaan mengenai latihan militer Freedom Guardian yang dijadwalkan Agustus," menurut pernyataan kementerian pertahanan Korea Selatan.
Pernyataan Pentagon mengkonfirmasi penangguhan ini sekaligus menyatakan bahwa akan ada pertemuan antara sekretaris pertahanan dan negara serta penasihat keamanan nasional Trump mengenai masalah ini. Pertemuan akan berlangsung minggu ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tahun lalu, 17.500 tentara Amerika dan lebih dari 50.000 pasukan Korea Selatan berpartisipasi dalam latihan Ulchi Freedom Guardian, meskipun latihan ini kebanyakan difokuskan pada simulasi komputer daripada latihan lapangan langsung yang menggunakan senjata, tank atau pesawat terbang.
Keputusan untuk menghentikan latihan militer di Korea Selatan telah membingungkan banyak pejabat pertahanan saat ini.
Biaya Jadi Alasan
Pentagon belum mengumumkan secara terbuka mengenai biaya latihan militer bersama sebelumnya dan masa depan dengan Korea Selatan, tepat seminggu setelah Trump menyebut biaya latihan bersama tersebut sangat mahal sehingga jadi alasan untuk memutuskan menghentikan latihan ini.
Namun, data untuk latihan militer sebelumnya di Korea dan di tempat lain, menunjukkan bahwa biaya untuk satu kali latihan akan mencapai titik terendah dalam anggaran militer AS tahun ini sebesar hampir US$700 miliar.
Menanggapi permintaan berulang untuk data biaya, juru bicara Pentagon Letnan Kolonel Christopher Logan mengatakan, "kami sedang mengevaluasi biaya latihan."
Pasukan yang akan terlibat dalam latihan itu masih membutuhkan pelatihan dan sertifikasi, dan tentunya masih membutuhkan biaya, kata Abraham Denmark, mantan asisten asisten menteri pertahanan untuk Asia Timur era Presiden Barack Obama.
"Bagi saya, gagasan ini sebagai ukuran penghematan biaya tidak terlalu masuk akal," kata Denmark. (osc)