"Sejauh ini kami tidak memperoleh laporan WNI jadi korban peristiwa itu," ujar Konsul Jenderal RI untuk New York, Abdul Kadir Jailani, kepada CNNIndonesia.com, Senin (18/6).
Abdul mengimbau semua WNI untuk terus waspada meski tidak tahu kapan dan di mana insiden semacam ini akan terjadi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Onofri, salah satu pelaku tewas di tangan petugas. Sementara itu, satu pelaku lainnya sudah berada dalam tahanan kepolisian.
Sementara polisi melakukan penyelidikan di lokasi kejadian, para korban dilarikan ke rumah sakit. Dari 22 orang yang terluka, 17 di antaranya mengalami luka tembak.
Jumlah korban terluka dianggap sangat signifikan karena saat penembakan terjadi, lebih dari 1.000 orang sedang berkumpul di acara kesenian tahunan tersebut.
Melanjutkan penjelasannya, Onofri berkata, "Penembakan ini diduga terkait sejumlah geng lokal Trenton yang terlibat perdebatan di lokasi."
Akibat penembakan ini, pihak penyelenggara Art All Night terpaksa menghentikan rangkaian acara kesenian tahunan tersebut.
"Kami masih memproses kejadian ini dan kami tak punya jawaban sekarang, tapi mohon diketahui bahwa staf, sukarelawan, seniman, dan musisi kami dalam keadaan sehat," tulis penyelenggara melalui Facebook.
"Kota kita, termasuk pinggiran Amerika, mengalami peningkatan penembakan publik seperti ini. Ini bukan hanya aksi kejahatan sembarangan," ucap Wali Kota Trenton, Eric Jackson.
Gubernur New Jersey, Phil Murphy, sendiri mengaku sudah menandatangani enam aturan pengendalian senjata api. Namun, urusan penyebarluasan senjata api harus diselesaikan secara nasional.
"Kongres harus bertindak," tutur Murphy saat berbicara di salah satu gereja di Trenton pada Minggu. (has)