Dilansir dari AFP, beberapa jam setelah mempertegas kebijakan imigrasinya, Trump menyemangati para politikus Republik yang sudah mulai frustrasi untuk menegaskan bahwa dirinya menginginkan krisis itu segera diselesaikan.
Meski sejumlah pejabat tinggi telah menyatakan dukungan pada kebijakan 'tanpa toleransi' Trump, berkeras bahwa anak-anak para imigran ditahan dalam kondisi yang manusiawi, kritik tetap mengalir dari kelompok HAM internasional, evangelis Kristen, mantan ibu negara AS dan politikus Partai Republik sendiri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan penuh emosi, sejumlah politikus Demokrat memprotes pertemuan Trump dengan meneriakinya secara langsung. Hal seperti ini jarang terjadi antara anggota Kongres dan presiden.
"Berhenti memisahkan anak-anak!," kata Juan Vargas, politikus Demokrat dari California selatan, saat Trump meninggalkan pertemuan. "Bapak Presiden, apakah Anda tidak punya anak?"
Anggota Parlemen Republik yang mengikuti pertemuan sepanjang 45 menit itu menyebut Trump mendukung rancangan undang-undang yang diperkirakan akan disidangkan Dewan Perwakilan pekan ini.
Anggota Dewan dari Partai Republik, Mario Diaz-Balart, mengatakan prioritas mengakhiri pemisahan anggota keluarga diselipkan dalam UU kompromi yang tengah dibahas dan didukung politikus liberal dari partainya.
"Tak hanya mendukung UU kompromi itu, tapi dia mendukung sepenuhnya," kata Diaz-Balart merujuk kepada Trump.
Namun, bahkan setelah pertemuan itu, masih belum jelas apakah Trump lebih memilih UU tersebut ketimbang upaya garis keras yang didukung para politikus konservatif.
"Saya bersama Anda 100 persen," kata Trump, sebagaimana disampaikan Shah.
(aal)