"Hal pentingnya adalah akan ada denuklirisasi penuh, yang sudah mulai terjadi. Mereka sudah menghentikan pengiriman rudal, termasuk rudal balistik," ujar Trump di sela rapat kabinet, sebagaimana dikutip Reuters, Kamis (21/6).
Melanjutkan pernyataannya, Trump berkata, "Mereka menghancurkan situs mesinnya, mereka meledakkannya. Mereka sudah meledakkan salah satu situs uji coba terbesarnya, pada kenyataannya, empat situs uji coba terbesarnya."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedua peristiwa itu terjadi pada bulan Mei. Sementara itu, sejak Trump dan Kim bertemu pada 12 Juni, belum ada kontak antara intelijen AS dan Korut.
"Saya tidak tahu. Jelas, proses ini masih sangat awal. Negosiasi rincian pun belum dimulai. Saya tak akan mengharapkan apa pun pada titik ini," katanya.
Kementerian Pertahanan dan Gedung Putih belum memberikan komentar terkait pernyataan Trump ini. Sementara itu, kelompok pemantau Korut, 38 North, juga menyatakan bahwa berdasarkan analisis pada pekan lalu, belum ada pertanda pembongkaran situs uji coba rudal.
"Pemimpin Kim Jong-un berjanji Korea Utara akan menghancurkan sebuah situs uji coba mesin rudal dalam waktu dekat," kata pejabat AS yang tak ingin disebutkan identitasnya kepada Reuters, Rabu (21/6).
Pejabat AS menyebut fasilitas rudal itu sebagai Sohae Satellite Launching Ground. Situs tersebut selama ini digunakan untuk menguji coba mesin dengan propelan cair yang digunakan rudal balistik jarak jauh Korut. (has)