Direktur Kerja Sama Teknik Kementerian Luar Negeri RI, Mohammad Sharif Alatas, mengatakan forum 11 negara tersebut setidaknya telah memberikan sedikitnya US$1 juta bagi warga Palestina sejak terbentuk.
"Dan dalam pertemuan CEAPAD ke-3 nanti dilakukan untuk meningkatkan koordinasi dan efektivitas bantuan kepada Palestina dari negara-negara Asia Timur, khususnya peningkatan program-program pembangunan kapasitas," kata Sharif di Jakarta, Jumat (22/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia memaparkan fokus pertemuan CEAPAD nanti akan membahas program kerja selama tiga tahun ke depan hingga 2021 mendatang. Program kerja tersebut, papar Sharif, akan memuat program-program yang disesuaikan dengan kebutuhan Palestina.
"Kehadiran Menlu Retno dalam CEAPAD ini menegaskan kembali komitmen dan dukungan Indonesia dalam perjuangan Palestina. Indonesia sangat aktif memberikan program-program pembangunan kapasitas karena Palestina merupakan prioritas utama dalam pemberian bantuan teknis dan peningkatan kapasitas selama ini," tutur Sharif.
Berdasarkan data Kemlu RI, Indonesia telah membentuk sedikitnya 169 program peningkatan kapasitas bagi warga Palestina yang melibatkan sekitar 1.859 peserta.
Pada 2019, kata dia, Indonesia juga berencana memperluas bantuan pembangunan kapasitas dengan mulai merambah bidang pemberdayaan perempuan, pelatihan teknologi informasi serta komunikasi, hingga pemberian bantuan beasiswa.
(aal)