Dikutip dari AFP, Majelis Syura Taliban telah memilih Mufti Noor Wali Mehsud untuk memimpin Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP) menggantikan Mullah Fazlullah. Selain itu, Majelis Syura menunjuk Mufti Mazahim yang juga dikenal dengan nama Mufti Hafza Ullah sebagai wakilnya.
Pakistan sejak lama dituduh mendukung kelompok Taliban Afghanistan dan memberikan tempat persembunyian yang aman kepada para pemimpinnya. Tuduhan itu selalu dibantah oleh Pakistan. Sebaliknya, Islamabad menuding pemerintah Afghanistan memberi perlindungan kepada Taliban Pakistan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini adalah kebanggaan bahwa semua pemimpin TTP telah menjadi martir," kata Khurasani merujuk pada kematian Fazlullah dan dua pemimpin lainnya yang juga tewas akibat serangan udara.
Fazlullah diyakini sebagai sosok yang memberi perintah pembunuhan terhadap Malala Yousafzai, pada 2012, yang berujung kegagalan. Malala yang saat itu masih remaja, kini telah menjadi simbol global dalam upaya perjuangan hak bagi wanita untuk bersekolah.
Pada 14 Juni, militer Amerika Serikat disebut menargetkan Fazlullah dalam operasi udara di provinsi Kunar, Afghanistan yang berbatasan dengan Pakistan.
Pejabat resmi Amerika Serikat tak mengumumkan keberhasilan operasi tersebut, namun Presiden Afghanistan Ashraf Ghani membenarkan tewasnya Fazlullah dalam operasi itu.
Mehsud yang menggantikan Fazlullah baru berusia 40 tahun. Dia disebut sebagai salah satu sarjana muslim yang dihormati, serta seorang pejuang. Mehsud berasal dari suku Mehsud di Distrik Waziristan Selatan.
"Dengan penunjukan Mufti Noor Wali Mehsud, kepemimpinan di TTP akan kembali ke Suku Mehsud, setelah pemimpin sebelumnya berasal dari Swat," Rahimullah Yusufzai, seorang jurnalis dan pakar terkenal tentang Taliban mengatakan kepada AFP.
Yusufzai juga menyebut bahwa kepemimpinan Mehsud berpotensi menyatukan kembali faksi-faksi dalam TTP yang muncul setelah Fazlullah terbang ke Afghanistan pada 2009. (wis)