"Rusia melakukan serangan sekitar pukul 10:30(malam) waktu setempat dan berhenti setelah lewat tengah malam," jelas aktivis media yang berlokasi di kota pemberontak Busr al-Harir di Daraa, Minggu (24/6) seperti dikutip Reuters.
Al-Harir menyebut warga yang mendengar suara pesawat segera berlindung ke ruang bawah tanah dan lokasi perlindungan bom. Serangan bom ini membuat mereka harus berlindung hingga hampir dua jam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan pengamatan terhadap tipe pesawat, lokasi, amunisi yang digunakan, dan pola terbang, diperkirakan pesawat pengebom itu berasal dari pangkalan Hmeimim Rusia yang terletak di pantai Suriah.
Organisasi pengawas yang berbasis di Inggris itu menyebut setidaknya terdapat 25 serangan yang dilakukan Rusia terhadap daerah pemberontak. Belum ada laporan jatuhnya korban akibat serangan tersebut.
Wilayah selatan Suriah adalah tempat strategis bagi mereka yang terlibat pada perang yang sudah berlangsung selama tujuh tahun itu.
Lihat juga:Putin Ingatkan Soal Bahaya Perang Dunia III |
Pemerintah juga mengirimkan kekuatan militer dalam tiga minggu belakangan menyebabkan meningkatnya kekerasan di daerah tersebut.
Mereka juga menyebarkan selebaran yang meminta agar para pemberontak menyerah dan meningkatkan serangan bom beberapa hari ini. (eks)