William disambut dengan karpet merah di Muqata, kantor pusat pemerintahan Palestina di Ramallah, lengkap dengan pengawal kehormatan dan penampilan band.
"Saya sangat senang kedua negara bekerja sama dan punya sejarah sukses dalam bidang pendidikan dan bantuan, jadi, semoga itu tetap berlangsung," kata William kepada Abbas di awal pertemuan, dikutip Reuters.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jabatan Rivlin lebih banyak berfungsi seremonial dan, dalam pernyataan usai pertemuannya dengan William, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu tidak mengatakan hal semacam itu.
Dialog damai Israel Palestina runtuh pada 2014 dan perpecahan semakin dalam setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu Israel, Desember lalu.
"Pihak Palestina berkomitmen pada proses damai dengan Israel, jadi kedua negara bisa hidup damai bersama dengan perbatasan 1967," kata Abbas dalam pernyataan publik saat bertemu William.
Pada 2005, pasukan dan pemukim Israel pergi dari Gaza. Wilayah itu sekarang dikuasai Hamas dan semalam kembali memanas.
Setelah menemui Abbas, William dijadwalkan menemui pemuda Palestina.
Hingga kini, Inggris punya kebijakan untuk tidak melakukan kunjungan resmi kerajaan ke Israel dan wilayah pendudukan hingga konflik dengan Palestina terselesaikan.
(aal)