Perdana Menteri Malta, Joseph Muscat, mengatakan bahwa keputusan ini diambil berdasarkan kesepakatan dengan tujuh negara Uni Eropa pada Rabu (27/6).
Kapal Lifeline yang dioperasikan oleh perusahaan amal Jerman itu langsung diizinkan masuk tak lama setelah kesepakatan itu tercapai.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pemerintah Malta maju untuk menjadi solusi sebelum situasi bertambah runyam hingga terjadi krisis kemanusiaan," ucap Muscat, sebagaimana dikutip Reuters.
Lifeline adalah armada kedua yang ditolak masuk oleh Italia sejak Menteri Dalam Negeri Matteo Salvini memutuskan bahwa kapal penyelamat swasta tak lagi diizinkan masuk karena mereka "tak bisa mendikte kebijakan imigrasi Italia."
Lihat juga:Cile Akan Usir Dua Ribu Imigran Ilegal |
Masalah imigran ini lantas menjadi isu panas di Uni Eropa. Blok itu direncanakan bakal mengadakan pertemuan khusus untuk membahas penangangan imigran pada Kamis dan Jumat ini waktu setempat. (has)