"Kami sepakat memulai negosiasi dan mencapai kesepakatan untuk perjanjian promosi, perlindungan investasi, dan penghindaran pengenaan pajak berganda," kata Presiden Joko Widodo.
Jokowi tak menjelaskan lebih lanjut mengenai upaya negosiasi yang dia sepakati dengan Presiden Timor Leste Francisco Guterres.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jokowi meyakini komitmen Indonesia bakal disambut baik Timor Leste melalui jaminan dan kepastian hukum bagi investasi Indonesia.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan langkah ini dilakukan sebagai konsekuensi logis dari peningkatan kerja sama di bidang ekonomi.
"Biasanya kalau kerja sama ekonomi kita meningkat maka kita perlu untuk menegosiasikan antara lain penghindaran pajak berganda," kata Retno.
Usai pertemuan, Jokowi mengatakan kunjungan Guterres ke Indonesia menunjukkan hubungan kedua negara. Ini adalah kali pertamanya Guterres berkunjung Indonesia setelah resmi menjabat sebagai presiden.
"Merupakan kehormatan bagi saya menerima kunjungan kenegaraan Presiden Fransisco Guterres. Ini menunjukkan kedekatan dan eratnya hubungan Indonesia dan Timor Leste," kata Jokowi.
Kunjungan ini dilakukan sekitar seminggu setelah Guterres resmi membentuk Kabinet Konstitusional Republik Demokratik Timor Leste pada 22 Juni 2018.
Di sisi lain, Guterres menyatakan berterima kasih atas segala dukungan Indonesia ke negaranya.
Ia turut berharap Pemilu mendatang di Indonesia berjalan baik. Tahun depan, Indonesia akan menyelanggarakan Pilpres dan Pileg serentak.
"Saya berdoa tahun depan pemilihan umum berjalan lancar dan sukses," kata Guterres.
(aal)