"Sikap kami tegas dan jelas soal kedaulatan dan integritas teritorial China," kata Xi dalam laporan media pemerintah yang dikutip CNN pada Kamis (28/6). "Setiap inci wilayah yang diturunkan dari leluhur kami tak boleh sampai hilang ketika kami tak menuntut apa-apa dari pihak lain.
Pertemuan Mattis dan Xi dilakukan di tengah ketegangan Washington dan Beijing akibat perang dagang dan aktivitas militer masing-masing negara yang memicu kecurigaan dan kewaspadaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ke depan, kami jelas melihat tindakan China, tapi saya akan berada di sana untuk mendengarkan dan mengidentifikasi kesamaan dan perbedaan di level strategis untuk saat ini," kata Mattis.
"Saya tak ingin langsung masuk dengan serangkaian ekspektasi soal pernyataan mereka," ujarnya. "Saya ingin datang dan banyak mendengarkan. Saya akan sangat tegas soal perkembangan, tapi tapi itu alasan saya menjalani kunjungan ini alih-alih duduk di Washington membaca laporan."
Xi mengatakan kepada Mattis bahwa, meski ada perbedaan pendapat di Pasifik seputar Laut China Selatan, "telah lama diketahui bahwa pakar urusan militer sesungguhnya tak mau mengerahkan langkah militer untuk menyelesaikan masalah."
Mattis, mantan jenderal Marinir, membuat marah China ketika belum lama ini menyatakan niat militer AS untuk melanjutkan "genderang" latihan angkatan laut untuk menantang klaim teritorial China di Laut China Selatan.
Bulan lalu, Pentagon membatalkan undangan untuk China ke latihan multinasional tahunan RimPac yang dimulai pekan ini. AS menyebut langkah ini dilakukan menanggapi eskalasi militer Beijing yang memasang sistem rudal baru di pulau buatan di LCS.
(aal)