"Kami terkejut. Kami sedih," ujar Wakil Wali Kota Tanauan, Jhoanna Villamor, yang berdiri di samping Halili saat upacara berlangsung.
Video viral yang direkam dengan ponsel mengabadikan momen ketika satu tembakan dilepaskan tepat saat lagu kebangsaan sedang berkumandang. Namun, Reuters belum dapat memastikan keaslian video tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kewenangan Halili untuk mengawasi kepolisian lokal dicabut karena dugaan keterlibatannya dalam pertumbuhan pesat peredaran obat-obatan ilegal di Tanauan.
Dalam wawancara dengan Reuters pada 2016 lalu, Halili mengaku mendukung penuh kampanye perang narkoba yang dicanangkan Presiden Rodrigo Duterte.
Ia pun mempertanyakan kredibilitas kepolisian. Halili khawatir ia dituduh terkait dan berkolusi dengan sejumlah gang narkoba.
"Tak ada yang aman, wali kota, gubernur, anggota kongres, hanya karena laporan intelijen yang salah oleh kepolisian dapat menyebabkan mereka hancur," katanya saat itu. (has)