"Patroli penjaga perbatasan di daerah Ain Sultan di provinsi perbatasan Jendua terkena serangan ranjau darat yang menewaskan enam prajurit," demikian pernyataan Kementerian Dalam Negeri Tunisia seperti dilansir dari AFP.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Upaya penyisiran sedang dilakukan," kata Zaq.
Belum ada kelompok teroris yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan di perbatasan tersebut. Namun, sejak 2011, serangan kelompok 'jihadis' telah menewaskan puluhan pasukan keamanan dan 59 wisatawan asing.
Tunisia sendiri masih berada dalam status darurat sejak November 2015, ketika bom bunuh diri di Tunis, ibu kota negara tersebut, menewaskan 12 pasukan pengawal presiden. Saat itu ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. (wis)