AS Kirim Personel Bantu Penyelamatan Remaja di Gua Thailand

Riva Dessthania Suastha, CNN Indonesia | Senin, 09/07/2018 12:35 WIB
AS Kirim Personel Bantu Penyelamatan Remaja di Gua Thailand Donald Trump mengatakan AS terus berkomunikasi dan bekerja sama secara erat dengan pemerintah Thailand untuk menyelamatkan belasan remaja yang terjebak di gua. (REUTERS/Jonathan Ernst)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Donald Trump mengatakan Amerika Serikat terus bekomunikasi dan bekerja sama secara erat dengan pemerintah Thailand untuk menyelamatkan 12 remaja yang terjebak di Gua Tham Luang, Chiang Rai.

Seorang pejabat militer AS mengatakan Washington mengerahkan setidaknya 36 personel dari Komando AS di Pasifik (US Pacific Command) untuk membantu misi penyelematan. Puluhan personel itu sebagian besar berasal dari Pangakalan Udara Kadena di Jepang.
Dari 36 pasukan, 12 orang diantaranya merupakan tim pencari termasuk penyelam, warga sipil AS, dan perwakilan kedutaan besar.

"AS bekerja sama dengan pemerintah Thailand membantu mengeluarkan seluruh anak-anak yang terperangkap dengan selamat. Orang-orang yang sangat berani dan berbakat!" kicau Trump melalui akun Twitter-nya, Minggu (8/7).




Bersama seorang pelatih, belasan remaja terjebak selama dua pekan sejak 23 Juni lalu di dalam gua dengan kedalaman 600 meter di bawah permukaan tanah. Mereka merupakan pemain sepakbola tim lokal Wild Boars berusia antara 11-16 tahun yang mengunjungi gua setelah melakukan latihan rutin.

Perkembangan terakhir, sebagian dari belasan korban telah berhasil dievakuasi dari gua.
Sebanyak 13 penyelam asing dan 5 anggota angkatan laut Thailand sudah diturunkan dalam misi penyelamatan. Otoritas mengatakan butuh waktu hingga 11 jam untuk mencapai posisi anak-anak tersebut dan mengeluarkan mereka dari gua.

Selain medan yang sempit dan sulit dijangkau, curah hujan tinggi juga membuat tim penyelamat kesulitan mengevakuasi anak-anak lantaran sebagian gua terendam banjir.

Salah satu relawan sekaligus mantan angkatan laut SEAL Thailand, Sersan Mayor Saman Guman, bahkan tewas saat melakukan misi penyelamatan.

Gua Tham Luang adalah salah satu daya tarik wisatawan di Thailand. Objek wisata yang terletak di dekat perbatasan Myanmar itu diperkirakan memiliki panjang sekitar 6-8 kilometer.
Dikutip CNN, selain AS, sejumlah ahli dan relawan dari berbagai negara seperti Eropa, Asia, dan Australia ikut berpartisipasi menyelamatkan para remaja tersebut.

Tak hanya mengundang perhatian internasional, tragedi ini pun ikut memicu keprihatinan dari dunia sepakbola.

Presiden FIFA Gianni Infantino berjanji mengundang 12 remaja untuk menonton pertandingan final Piala Dunia di Rusia pada 15 Juli mendatang sebagai bentuk dukungan.

Ia berharap seluruh pemuda bersama pelatih mereka bisa diselamatkan tepat waktu sebelum laga final turnamen sepakbola empat tahunan itu berlangsung.

(aal)