Saksi: Remaja Kelima Diselamatkan dari Gua Thailand

Riva Dessthania Suastha, CNN Indonesia | Senin, 09/07/2018 18:35 WIB
Saksi: Remaja Kelima Diselamatkan dari Gua Thailand Seorang remaja yang terjebak di gua Thailand dilaporkan telah dievakuasi menggunakan ambulans. (REUTERS/Soe Zeya Tun)
Jakarta, CNN Indonesia -- Petugas penyelamat dilaporkan kembali mengevakuasi seorang remaja yang terjebak bersama pelatih sepak bolanya di sebuah gua di Thailand.

Menurut laporan langsung CNN, Senin (9/7), seorang saksi di lokasi mengatakan korban kelima telah dikeluarkan dari gua dan dibawa menggunakan ambulans.

Pihak berwenang belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait hal ini.


Operasi penyelamatan kembali dimulai tak lama sebelumnya. Tindakan ini semula sempat terancam batal karena awan mendung tampak kembali merundung perbukitan.
Sebelum memulai operasi, kepala misi penyelamatan Narongsak Osottanakorn menyatakan yakin operasi evakuasi di Gua Tham Luang, Chiang Rai, akan menghasilkan "kabar baik" dalam waktu beberapa jam.

Tim penyelam ahli internasional kembali masuk ke dalam gua sejak Senin pagi untuk membawa keluar korban tersisa.

"Seluruh alat telah disiapkan. Botol-botol oksigen sudah siap [...] dalam beberapa jam ke depan kami akan mendapatkan kabar baik," kata Osottanakorn kepada wartawan seperti dikutip AFP.

Di lokasi kejadian, sejumlah petugas penyelamat terlihat menggiring seseorang di atas tandu menjauhi gua menuju ambulans.
Empat dari 12 remaja berusia antara 11-16 tahun yang terperangkap bersama pelatihnya sejak 23 Juni lalu telah berhasil diselamatkan.

Para remaja itu merupakan pemain tim sepakbola lokal Wild Boars yang tengah berwisata ke gua tersebut setelah selesai melakukan latihan rutin.

Sebanyak 13 penyelam asing dan lima anggota angkatan laut Thailand sudah diturunkan dalam misi penyelamatan. Pihak berwenang mengatakan butuh waktu hingga 11 jam untuk mencapai posisi anak-anak dan mengeluarkan mereka dari gua berkedalaman 6-8 kilometer itu.

Selain medan yang sempit dan sulit dijangkau, curah hujan tinggi juga membuat tim penyelamat kesulitan mengevakuasi anak-anak lantaran sebagian gua terendam banjir.
"Tapi mereka [empat korban yang telah dievakuasi] sekarang dalam kondisi baik dan bahagia. Mereka mengeluh kelaparan dan menginginkan makan basil goreng dengan nasi," ucap Osottanakorn.

Meski telah diselamatkan, Osottanakorn mengatakan keempat korban untuk sementara waktu belum bisa diserahkan kepada orang tua mereka. Petugas setempat harus memastikan keempat orang itu bebas dari segala bentuk potensi penyakit dan infeksi sebelum dipertemukan dengan keluarga.

"Dokter akan memutuskan kunjungan besuk anggota keluarga dari jarak tertentu atau dibatasi kaca."

Hingga kini, pihak berwenang belum merilis nama-nama korban yang berhasil diselamatkan. Osottanakorn menganggap langkah itu dilakukan demi meminimalisir "perasaan tidak enak" bagi keluarga korban yang masih terperangkap di dalam gua.
Tak hanya mengundang perhatian internasional, tragedi ini pun ikut memicu keprihatinan dari dunia sepakbola.

Sedikitnya 1.000 wartawan dari seluruh penjuru dunia meramaikan kompleks gua yang berbatasan langsung dengan Myanmar demi meliput perkembangan terkini misi penyelamatan.

Osottanakorn mendesak awak media bersikap koperatif demi mempermudah proses evakuasi.

(aal)