"Daerah ini akan menjadi museum hidup untuk menunjukkan bagaimana operasi penyelamatan dilakukan," kata Kepala operasi penyelamatan, Narongsak Osottanakorn, dalam jumpa pers, Kamis (12/7).
"Basis data interaktif akan disiapkan. Ini akan menjadi daya tarik wisata utama Thailand."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha memperingatkan agar pengamanan ekstra diterapkan di dalam dan luar gua untuk melindungi para turis yang berkunjung.
Dikutip Reuters, sebuah buku panduan wisata menggambarkan Gua Tham Luang memiliki "gerbang yang sangat mengesankan" dengan medan jalan yang dipenuhi ruangan-ruangan berdinding batu.
Warga lokal menganggap gua berkedalaman 600 meter di bawah permukaan tanah itu sebagai wilayah yang rawan banjir. Sebagian masyarakat telah lama mendesak pemerintah lokal lebih memperhatikan sistem keamanan di gua itu, salah satunya memperjelas aturan berkunjung dan tanda peringatan.
Meski begitu, wakil Direktur Jenderal Departemen Taman Nasional, Satwa Liar, dan Konservasi Tanaman,Thailand Chongklai Worapongsathorn, mengatakan Gua Tham Luang tersebut akan ditutup untuk sementara mulai hari ini. Dia mengatakan ada rencana "untuk menghidupkan kembali" kompleks gua yang memiliki panjang sekitar 6-8 kilometer itu.
(nat)