Kuku Terpanjang di Dunia Akhirnya Dipotong Setelah 66 Tahun

Natalia Santi, CNN Indonesia | Jumat, 13/07/2018 11:15 WIB
Kuku Terpanjang di Dunia Akhirnya Dipotong Setelah 66 Tahun Shridhar Chillal asal Pune, India, menghabiskan 66 dari 82 tahun usianya untuk memelihara kuku di tangan kirinya. ( REUTERS/Lucas Jackson)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pria India pemegang rekor kuku terpanjang dunia versi Guinness World Records akhirnya memutuskan untuk memotong kukunya setelah 66 tahun.

Shridhar Chillal asal Pune, India, menghabiskan 66 dari 82 tahun usianya untuk memelihara kuku di tangan kirinya.

Chillal memanjangkan kukunya sejak berusia 14 tahun pada 1952. Semua berawal saat dia mematahkan kuku panjang seorang guru. Guru itu menyatakan kepada Chillal bahwa dia tidak memahami pentingnya arti kuku itu karena Chillal tidak pernah melakukan apapun.


"Saya menganggap itu sebagai sebuah tantangan," kata Chillal seperti dilansir situs berita India, The Hindu, Kamis (12/70.


Kini panjang kuku itu telah mencapai lebih dari sembilan meter. Tepatnya 909,6 cm. "Sama panjangnya dengan sebuah bus London," tulis Guinnessworldrecords.com.

Namanya tercatat di Guinness World Records pertama kali pada 1979. Saat itu kukunya mencapai panjang dua meter lebih atau 219,7 cm.

Dilansir Indian Express, Kamis (12/7), Chillal berniat agar kukunya dipajang di sebuah museum. Niatan Chillal itu mendapat respons positif dari Museum Ripley's Believe It or Not di Times Square, New York, Amerika Serikat.

[Gambas:Youtube]

Mereka pun menerbangkan Chillal dari Pune ke New York untuk memotong kuku yang akan dipajang di Museum Ripley's Believe It or Not tersebut selamanya.

"Chillal mendedikasikan hidupnya untuk sesuatu yang luar biasa dan Ripley adalah tempat yang tepat untuk menghormati warisannya," kata Manajer Humas Museum Ripley's Believe It or Not Times Square, Suzanne Smagala-Potts dalam pernyataan yang dilansir situs berita India, The Hindu.

Pada 2015, saat ditanya Guinness World Records, bagaimana pengaruh kuku panjang itu pada kehidupannya, Chillal mengaku kukuhnya sangat rapuh sehingga dia harus sangat berhati-hati.


"Saya tidak bisa banyak bergerak, setiap setengah jam saya bangun dan menggerakkan tangan ke sisi lain tempat tidur," kata Chillal.

Meski kuku panjangnya ditentang orang tua, Chillal mengatakan dia dapat bekerja dengan satu tangan. Akhirnya dia menjadi fotografer dengan alat yang disesuaikan saat menggunakan kamera.

Chillal hanya memanjangkan kuku tangan kiri. Adapun kuku tangan kanan tetap dipotong dengan rapi.


Akibat kuku dan beratnya, tangan kirinya cacat. Dia tidak bisa membuka tangan dari posisi tertutup atau menggerakkan jemarinya.

"Saya kesakitan, pergelangan, sikut dan bahu saya sangat sakit dan di tiap ujung jari terasa terbakar," kata Chillal soal kuku terpanjang di dunia, yang kini telah dipajang di Museum Ripley's Believe It or Not Times Square, New York, Amerika Serikat.

(nat)


ARTIKEL TERKAIT