Surat itu tertanggal 6 Juli dan diberikan kepada delegasi Menteri Luar Negeri Mike Pompeo saat berada di Pyongyang pekan lalu, melanjutkan dialog soal denuklirisasi Semenanjung Korea, kata seorang pejabat senior yang dikutip CNN pada Jumat (13/7).
Trump kemudian mengatakan bahwa hubungan pribadinya dengan Kim tetap menjadi kunci dalam mencapai keberhasilan diplomatik di tengah skeptisisme berkembang terkait kemauan Pyongyang melakukan denuklirisasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kamis, seorang diplomat Dewan Keamanan PBB mengatakan kepada CNN bahwa AS belum lama ini menyerahkan laporan kepada Komite Sanksi Korea Utara, menuding Korut melanggar hukuman lewat penyaluran bahan bakar olahan ilegal di lepas pantai.
Dalam surat kepada PBB, Rabu, AS meminta organisasi dunia untuk mengimbau semua negara anggota "lebih waspada" terhadap upaya Korea Utara mendapatkan tambahan pasokan bahan bakar.
"Saya sangat yakin bahwa kemauan kuat, upaya tulus dan pendekatan unik antara saya dan Yang Terhormat Bapak Presiden bertujuan untuk membuka masa depan baru antara Korut dan AS akan membuahkan hasil," kata Kim dalam surat.
Kim mengatakan pertemuan tingkat tinggi di Singapura dan surat yang ditandatangani kedua pemimpin negara saat itu "memang merupakan awal dari perjalanan yang sangat berarti."
Walau demikian, surat itu tak menyinggung sama sekali soal denuklirisasi. Meski Trump mengklaim sebaliknya, Kim selama ini tak pernah mendeklarasikan secara publik apa yang akan dia lakukan terhadap program nuklirnya.
(aal)