Momen ini pertama kali ramai dibicarakan di jejaring sosial setelah jurnalis Sattar Saeedi mengunggah sebuah video yang merekam kejadian tersebut.
Dalam video itu Trump awalnya terlihat berjalan berdampingan dengan Ratu Elizabeth.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Elizabeth pun tampak kebingungan menentukan langkahnya di belakang Presiden AS itu, sementara Trump terlihat menengok ke kiri mencari sang ratu. Elizabeth akhirnya menetapkan langkahnya dan berjalan di samping kanan Trump.
[Gambas:Twitter]
Tak lama setelah video itu diunggah, para pengguna Twitter pun berkomentar, termasuk pembawa acara di salah satu stasiun televisi Skotlandia, Halla Mohieddeen.
"Apakah Donald Trump baru saja BERJALAN DI DEPAN RATU?!?!?!" tulis Mohieddeen melalui akun Twitter pribadinya.
Penulis Simon Ricketts juga mengkritik Trump dengan menulis, "Ini lucu. Ratu tampak seperti melatih salah satu anjingnya sementara Trump berupaya mempelajari seni berjalan."
[Gambas:Twitter]
Sejumlah media online Inggris, seperti Express dan Daily Mail, menyebut Trump melanggar protokol istana dengan berjalan di depan ratu.
Komentator kerajaan, Richard Fitzwilliams, mengatakan bahwa sikap Trump berjalan di depan ratu sebenarnya tidak melanggar protokol istana. Namun, kebingungan itu menunjukkan kekurangan koordinasi.
"Ini membuktikan dia (Trump) tidak mau latihan karena dia pikir dia tidak memerlukannya," tutur Fitzwilliams kepada CNN.
Saat tiba di Inggris, Trump disambut demonstrasi penolakan besar-besaran dari ratusan ribu rakyat Inggris yang tidak menyukai kebijakan AS.
Trump juga menjadi bahan olokan karena mengkritik Perdana Menteri Theresa May atas pendekatannya dalam mengatasi krisis Brexit.
Melihat semua penolakan ini, Trump sendiri mengaku merasa kehadirannya di London tidak diinginkan. (has)