Dalam pidatonya di parlemen, Lafontant mengatakan bahwa ia sudah berupaya mempertahankan jabatannya, tapi Presiden Haiti, Jovenel Moise, menerima pengunduran dirinya.
"Seperti yang saya katakan, saya adalah pelayan Republik," ujar Lafontant sebagaimana dikutip Reuters.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rakyat pun melakukan aksi protes besar-besaran yang kerap berakhir ricuh, disertai penjarahan toko dan pembakaran mobil di ibu kota Haiti, Port-au-Prince.
Kekacauan ini memaksa sejumlah negara memutuskan untuk menutup sementara kantor kedutaan besar mereka di Haiti. Sejumlah maskapai juga menghentikan penerbangan ke negara itu.
Hingga akhirnya, Haiti memutuskan menggelar pemungutan suara untuk mosi tidak percaya terhadap pemerintahan Lafontant pada Sabtu.
Pengunduran diri ini dianggap menjadi pukulan telak bagi Lafontant yang mengawali kariernya sebagai dokter medis.
Diangkat sebagai perdana menteri pada Maret 2017, Lafontant berambisi menggenjot produksi agrikultur, meningkatkan infrastruktur, dan memperluas akses air bersih. (has)