Ditanya Soal Rumah dari Jokowi, Lalu Muhammad Zohri Menangis

Natalia Santi, CNN Indonesia | Senin, 16/07/2018 09:49 WIB
Ditanya Soal Rumah dari Jokowi, Lalu Muhammad Zohri Menangis Renovasi Rumah Lalu Muhammad Zohri. (Dok. Puspen TNI)
Jakarta, CNN Indonesia -- Lalu Muhammad Zohri, atlet Indonesia peraih medali emas di Kejuaraan Dunia Atletik U-20, meneteskan air mata saat ditanya soal kebenaran bahwa dirinya menolak renovasi rumah dari Presiden Joko Widodo.

Pertanyaan itu disampaikan Duta Besar RI untuk Finlandia, Wiwiek Setyawati Firman saat Zohri menginap di rumahnya, Minggu (15/7).

"Saya tanya dia langsung berlinang air mata," kata Dubes Wiwiek kepada CNNINdonesia.com. "Dia kaget lho, dia kan masih bocah, kaget dengan pertanyaan itu." Sebagaimana diketahui, Zohri baru berusia 18 tahun pada 1 Juli 2018 lalu.


Dia bahkan nyaris tidak dapat berangkat ke Finlandia untuk mengikuti Kejuaraan Dunia Atletik U-20 itu.  Lantaran saat aplikasi visa dia masih belum berusia 18 tahun sehingga memerlukan izin orang tua. Padahal kedua orang tua Zohri telah tiada. Untungnya, pelatih berhasil menjadi penjamin dengan surat dari notaris.

Menurut Dubes Wiwiek, Zohri sangat menghormati Presiden Jokowi dan sangat ingin bertemu dengan orang nomor satu negeri ini tersebut.


"Dia kan hormat sama presiden. Dia atlet internasional yang kemana-mana bawa nama Indonesia. Makanya dia sangat satu nilai sakral presiden suatu negara, apalagi negaranya sendiri yang dia bela dengan sepenuh hati di berbagai belahan dunia," papar mantan Direktur Hak Asasi Manusia, Kementerian Luar Negeri tersebut.

"Dia malah sedih kok Presiden diperlakukan seperti itu," kata Dubes Wiwiek menambahkan.

Mantan Wakil Dubes RI untuk Australia tersebut menilai dua atlet Indonesia dalam Kejuaraan Atletik Dunia U-20, Zohri dan Halomoan Edward Binsar Simanjuntak memiliki rasa nasionalisme yang sangat tinggi.


"Tekad mereka untuk memenangkan nama Indonesia sangat tinggi. Logikanya, tanpa spirit seperti itu, Zohri tidak akan memenangkan pertandingan," kata Dubes Wiwiek.

Mantan Staf Ahli Menteri Luar Negeri bidang Politik, Hukum dan Keamanan itu pun bertanya kepada mereka soal apa makna Presiden RI bagi Zohri dan Moan.

"Tau ngga apa jawaban Lalu dan Moan, 'Presiden RI adalah institusi negara Indonesia yang harus dihormati semua WNI, Ibu'. Mari kita belajar nasionalisme dari bocah-bocah ini," kata Dubes Wiwiek. "Dia tuh kepengen banget ketemu Presiden Jokowi."



Zohri, berhasil menjuarai nomor lari 100 meter dengan catatan waktu 10,18 detik pada IAAF World U20 Championship di Tampere, Finlandia, Rabu (11/7).

Zohri mengalahkan duo pelari Amerika yaitu Anthony Schwartz (10,22) dan Eric Harrison (10,22).

Selain menyabet gelar juara, pelari berusia 18 tahun ini juga menorehkan rekor nasional baru (NU20R) dengan selisih 0,4 mengalahkan rekor yang sebelumnya dipegang oleh pelari Swedia Henrik Larsson pada babak semi final.


Sebelumnya, Zohri juga telah menjadi juara 100 meter Asian U20 Championships di Gifu, Jepang (8 Juni 2018) dengan waktu 10,27 dan mencatatkan 10,25 pada Jakarta Asian Games Pre-Tournament di Jakarta (11 Februari 2018).

International Association of Athletics Federations (IAAF) World U20 Championships yang diselenggarakan di Tampere, Finlandia, pada 10-15 Juli 2018, merupakan kejuaran junior atletik dunia untuk usia di bawah 20 tahun. Kejuaraan Dunia Atletik U-20 itu diikuti 1.462 atlet dari 158 negara.

(nat)


ARTIKEL TERKAIT