Tolokonnikova ditahan oleh pemerintah Rusia selama dua tahun bersama seorang anggota band punk sekaligus kelompok pegiat itu sejak 2012, karena memainkan lagu protes anti-Putin berjudul "Punk Prayer" di katedral Moskow.
"Media Amerika terlalu membesarkan Presiden Putin dan anak buahnya karena Anda menganggap mereka seperti unit terorganisir," ujarnya. "Ya mereka tidak efektif. Malah mereka hanya sekelompok orang yang hanya peduli pada uang sendiri."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika Anda melihat perekonomian Rusia, Anda akan melihatnya tidak efektif," kata dia. "Saya tak bilang mereka tak mengintervensi pemilu Anda. Mereka melakukannya. Mereka melakukannya tak cukup baik."
Lihat juga:Putin Sebut Demokrasi Amerika Kotor |
"Mereka baru bertemu," kata dia. "Mereka mengatakan hal-hal bodoh satu sama lain, dan secara pribadi untuk saya cukup mengganggu mendengar pernyataan Trump pada Putin, bahwa dia benar-benar tak bersalah soal intervensi pemilu AS."
"Jika saya jadi Presiden Trump saya akan mencoba mempertimbangkan apa yang diberikan badan intelijen saya, karena jika tidak dia tak menjalankan pemerintahan, dia hanya jadi seorang idiot."
Pussy Riot kembali jadi sorotan setelah mengaku bertanggung jawab atas protes di gelaran final Piala Dunia di Moskow, mengindikasikan bahwa invasi lapangan itu dilakukan untuk menarik perhatian pada ketidakadilan politis di Rusia.
(aal)