Puluhan ribu warga Suriah telah mendatangi Golan dalam sebulan terakhir, melarikan diri dari serangan kilat yang sudah mengalahkan pemberontak di sejumlah besar wilayah dekat Yordania dan Israel, mendesak kedua negara memberikan bantuan.
Warga Suriah yang mendekati perbatasan berhenti sekitar 200 meter dari pagar. "Anda berada di perbatasan Israel. Kembalilah, kami tak mau menyakiti Anda," kata seorang tentara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekelompok orang itu, termasuk perempuan dan anak-anak, kemudian perlahan kembali menuju kamp pengungsi. Sebagian berhenti di tengah perjalanan dan mengibarkan kain putih.
Ledakan mengakibatkan asap membumbung, beberapa kilometer di wilayah Suriah, di mana serangan Presiden Bashar al-Assad memicu pengungsian terbesar sepanjang perang yang melibatkan ratusan ribu orang.
"Saya rasa kami sudah melakukan apa yang bisa kami lakukan," kata Menteri Pertahanan Avigdor Lieberman kepada stasiun radio Tel Aviv 103 FM, dikutip Reuters. "Kami tak siap menerima satu pun pengungsi. Itu bukan tugas kami. Ada banyak negara Arab, negara kaya."
Israel merebut sebagian besar Golan dalam perang 1968 dengan Suriah dan mencaplok satu dataran tinggi yang strategis meski tak diakui internasional. Bantuan Israel, disalurkan melalui kelompok kemanusiaan, mengalir melintasi garis gencatan senjata Perserikatan Bangsa-Bangsa tempat kamp pengungsi.
(aal)