Tampil Perdana Sejak Bebas dari Gua, Remaja Thailand Ceria

Reuters, CNN Indonesia | Rabu, 18/07/2018 18:44 WIB
Tampil Perdana Sejak Bebas dari Gua, Remaja Thailand Ceria Belasan remaja dan pelatih sepak bola korban gua terbanjiri di Thailand melambaikan tangan, tersenyum dan menyampaikan salam dalam penampilan publik pertamanya. (REUTERS/Soe Zeya Tun)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebanyak 12 anak remaja dan pelatih sepak bola yang diselamatkan dari gua terbanjiri di Thailand melambaikan tangan, tersenyum dan menyampaikan salam tradisional "wai" dalam penampilan publik pertamanya, Rabu. (18/7).

Para dokter, keluarga, teman, sebagian mengenakan pakaian tradisional berwarna kuning, menyambut para remaja yang berusia 11 hingga 16 tahun itu, berserta pelatihnya yang berusia 25 tahun. Mereka mengenakan kaos bergambar logo tim sepak bolanya, Wild Boars.
"Memulangkan Wild Boars," bunyi tulisan dalam sebuah spanduk di panggung, dilaporkan Reuters. Desainnya dibuat menyerupai lapangan sepak bola, lengkap dengan gawang. Sementara anak-anak berbaris rapi di sebuah panggung kecil.

Sekelompok awak media dibatasi barikade saat kelompok itu tiba menggunakan mobil dari rumah sakit, di mana mereka dirawat sejak diselamatkan lewat upaya internasional pekan lalu.


[Gambas:Video CNN]

"Hari ini kami akan menjawab pertanyaan yang kita semua tunggu-tunggu, dari anak-anak sendiri," kata Suthichai Yoon, pembawa acara program berdurasi 45 menit yang disiarkan di puluhan stasiun televisi itu.

Anak-anak berambut cepak itu bertambah berat badan rata-rata tiga kilogram sejak diselamatkan. Mereka juga telah menjalani pelatihan pembangunan kepercayaan diri jelang acara hari ini, kata para pejabat.
"Kami tak tahu luka apa yang dibawa para anak itu di dalam hatinya," kata pejabat kementerian kehakiman, Tawatchai Thaikaew, yang meminta privasi anak-anak tetap dihormati karena khawatir akan gangguan mental.

"Media tahu anak-anak dalam situasi sulit, mereka telah menjalani kesusahan dan jika Anda bertanya pertanyaan yang berisiko, maka itu bisa melanggar hukum," ujarnya kepada wartawan.

Sekelompok remaja itu berencana menjelajahi kompleks gua Tham Luang sekitar satu jam, setelah latihan pada 23 Juni. Namun, musim hujan mengakibatkan terowongan terendam banjir dan menjebak mereka.

Dua penyelam Inggris menemukan mereka pada 2 Juli, di atas sebuah dataran cukup tinggi di dalam gua. Semuanya diselamatkan lewat operasi selama tiga hari, dipimpin angkatan laut Thailand dan tim penyelam internasional.

(aal)