"Saya pikir komunitas intelijen atau DHS (kementerian keamanan dalam negeri) meyakini Rusia telah mencoba menginfiltrasi dan mengintervensi sistem pemilihan kita," ujarnya, dikutip Reuters, Kamis (19/7). "Saya pikir jelas mereka melakukannya, dan saya pikir kita mesti bersiap, melihat kemampuan dan kemauan mereka, bahwa mereka akan melakukannya lagi."
Di konferensi tingkat tinggi itu, Trump enggan menyalahkan Putin atas intervensi pemilu dan menyatakan hal itu bisa dilakukan "orang lain," sebelum akhirnya meralat pernyataan itu. Kamis, Trump mengatakan siap kembali bertemu Putin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kementerian Kehakiman dan Kongres AS tengah menyelidiki intervensi tersebut dan kemungkin Trump berkolusi dengan Rusia. Sang Presiden telah berulang kali menampik dugaan itu.
"Saya belum melihat bukti bahwa upaya mengintervensi infrastruktur pemilu kita dilakukan untuk mendukung partai politik tertentu. Saya pikir apa yang kami lihat terkait pengaruh asing ini adalah mereka mencoba mengintervensi dan memicu kekacauan dari kedua pihak," ujarnya menjawab.
"Tujuannya secara umum adalah memicu perpecahan."
Sebelumnya di forum yang sama, Kepala Intelijen AS, Dan Coats mengaku tidak tahu menahu isi pertemuan empat mata Putin dan Trump. Dia bahkan tidak tahu saat ditanya soal rencana Trump mengundang Putin ke Washington.
(aal)