Hamas Sebut Israel Sepakat Pulihkan Ketenangan di Jalur Gaza

Reuters, AFP, CNN Indonesia | Sabtu, 21/07/2018 15:45 WIB
Hamas Sebut Israel Sepakat Pulihkan Ketenangan di Jalur Gaza Foto: REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa
Jakarta, CNN Indonesia -- Israel dan Hamas disebut sepakat untuk memulihkan ketenangan di Jalur Gaza. Juru bicara Gerakan Perlawanan Islam Hamas mengumumkan kesepakatan gencatan senjata setelah serangkaian serangan mematikan di wilayah yang terkurung itu, dipicu kematian seorang tentara Israel dekat perbatasan.

"Dengan upaya Mesir dan PBB, kami mencapai (kesepakatan) untuk kembali ke masa ketenangan antara penjajah (Israel) dan faksi-faksi Palestina," kata Juru Bicara Hamas Fawzi Barhoum dalam sebuah pernyataan seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (21/7).

Barhoum tidak menyebutkan rincian dari kesepakatan tersebut.



Para pejabat Israel tidak memastikan kesepakatan yang diumumkan Hamas, Jumat tengah malam tersebut. Baik tentara Israel maupun Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menolak memastikan bahwa gencatan senjata telah disepakati.

Namun dikabarkan bahwa tak ada kegiatan militer di Jalur Gaza. Warga Palestina mengatakan daerah tersebut tenang. "Yang bisa kami katakan, tidak ada insiden atau serangan Israel di Jalur Gaza sejak serangan Jumat malam," kata juru bicara militer Israel seperti dilaporkan AFP.

Pada Jumat (20/7), tiga milisi Hamas tewas saat serangan udara membombardir Jalur Gaza. Sebaliknya Israel menyatakan serangan roket ditembakkan ke wilayah tersebut. Seorang warga Palestina keempat tewas dalam aksi protes di perbatasan. Sedikitnya 120 warga Jalur Gaza cedera.


Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) mendesak semua pihak untuk meredakan ketegangan.

Tentara Israel yang ditembak adalah tentara yang pertama tewas saat bertugas di dekat dan sekitar Jalur Gaza sejak perang 2014 antara Israel dan Hamas.

Selama bentrokan yang berlangsung selama beberapa jam, militer Israel mengatakan tanknya telah menyerang 68 sasaran Hamas dan telah "menghapuskan sebanyak 60 bangunann serta prasarana dan mencabut kemampuan militer, komando dan kendali".

Para pejabat keamanan Mesir dan seorang diplomat dari negara lain yang tak disebutkan namanya mengadakan kontak dengan Hamas dan Israel dalam upaya memulihkan ketenangan dan mencegah makin buruknya keadaan, kata seorang pejabat Palestina kepada Reuters. Gencatan senjata kali ini adalah yang kedua kalinya dalam satu pekan.

(nat)