"Kita lihat saja apa yang akan terjadi. Namun kita siap untuk mengupayakan kesepakatan baru yang lebih baik, dan bukan kesepakatan yang ditandatangani oleh pemerintahan sebelumnya, yang sangat buruk," kata Trump seperti dikutip Reuters saat berpidato di depan organisasi para veteran perang Amerika Serikat, Selasa (24/7).
Kemarin, Zarif mencuitkan lewat akun Twitternya bahwa negaranya tak gentar dengan ancaman Trump yang dilontarkan pada Minggu (22/7). Trump mengancam Iran akan menghadapi konsekuensi yang mengerikan, "seperti yang pernah dialami beberapa negara lain" jika para elit di Teheran terus mengancam Washington.
Lihat juga:Iran Balas Ancaman Trump |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cuitan ancaman Trump itu lantas dibalas oleh cuitan lain yang dilontarkan oleh Menteri Luar Negeri Iran. Ia menyebut ancaman Trump tersebut tak membuat negaranya gentar.
Pemerintahan Amerika Serikat kemudian berupaya kembali menerapkan sanksi ekonomi kepada Iran, termasuk menyeru semua negara di dunia untuk berhenti mengimpor produk minyak dari republik Islam tersebut.
Upaya pengucilan Iran dari perdagangan minyak internasional itu kemudian ditanggapi oleh Iran, yang menyatakan bahwa mereka akan mengacaukan jalur pengapalan minyak dari negara-negara Timur Tengah lainnya. (eks)