Satu dekade setelah Pakistan terakhir kali dipimpin oleh pemerintahan militer, pemilu dinodai dugaan ikut campur angkatan bersenjata yang ingin memenangkan Khan setelah hubungan memburuk dengan partai Sharif, pemimpin yang dijebloskan ke penjara karena korupsi bulan ini.
Pemungutan suara dimulai di seluruh penjuru negeri pada 8.00 waktu setempat atau 10.00 WIB dan akan tutup pada 20.00 WIB. Hasil hitung perlahan mulai bisa dilihat dalam waktu beberapa jam setelah penutupan dan pemenang kemungkinan bisa disimpulkan pada 4.00 WIB esok harinya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai pejuang anti-korupsi, Khan menjanjikan "negara sejahtera Islamis" dan menggambarkan kampanye populisnya sebagai pertempuran untuk menggulingkan elite politik yang menghambat pertumbuhan di negara mayoritas Muslim berpenduduk 208 juta orang di mana angka buta huruf berada di kisaran 40 persen.
Lihat juga:Eks Perdana Menteri Pakistan Ditangkap |
Khan dengan tegas menampik tudingan partai Sharif, Liga Muslim Pakistan-Nawaz (PML-N) bahwa ia mendapatkan bantuan dari militer, pihak yang memimpin selama separuh dari sejarah Pakistan dan masih menentukan kebijakan keamanan serta luar negeri di negara berkekuatan nuklir itu. Angkatan bersenjata juga menepis tudingan ikut campur di pemilu.
Partai Khan, Pakistan Tehreek-e-Insaf, mempunyai sedikit keunggulan dari PML-N dalam survei terkini. Namun, meski mendapatkan suara terbanyak, partai itu bakal kesulitan mendapatkan mayoritas dari 272 kursi Dewan Nasional, berpotensi mengakibatkan hiruk-pikuk pembentukan koalisi pemerintah yang bisa menggantung selama beberapa pekan.
Penundaan itu bisa mengganggu perekonomian Pakistan lebih jauh, di mana krisis nilai tukar mata uang diperkirakan memaksa pemerintah berpaling pada Dana Moneter Internasional (IMF) untuk kedua kali sejak 2013. PTI tak menepikan kemungkinan mencari bantuan China, sekutu terdekat Islamabad.
(aal)