"Korea Utara sudah memulai proses perlucutan salah satu situs rudal utama, dan kami mengapresiasi itu," ujar Trump sebagaimana dikutip AFP, Selasa (24/7).
Trump kemudian membalas kembali segala kritikan yang menyebut bahwa pertemuannya dengan Kim di Singapura pada 12 Juni lalu tak menghasilkan kesepakatan konkret mengenai perlucutan nuklir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada Senin, situs pemantau 38 North akhirnya melansir citra satelit yang mengindikasikan Pyongyang mulai meruntuhkan bangunan dan penyangga mesin roket untuk uji coba mesin bahan bakar cair di Stasiun Peluncuran Satelit Sohae.
Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, menyebut citra satelit itu "sangat sesuai" dengan komitmen Kim saat bertemu dengan Trump di Singapura.
"Mereka harus sepenuhnya melakukan denuklirisasi. Langkah itu menjadi komitmen Kim dan itu pula yang dituntut dunia," ucap Pompeo.
Komunitas internasional menuding program satelit Korut sebenarnya adalah kamuflase untuk menutupi uji coba kemampuan rudal.
Meski kini Korut mulai melucuti Sohae, sejumlah ahli mengingatkan bahwa situs itu sebenarnya bukan prioritas dalam pemantauan proses perlucutan senjata nuklir Korut. (has)