Erdogan mengatakan dia berbicara dengan Oezil tak lama setelah gelandang Arsenal itu mengumumkan keputusannya. Saat itu, ia memuji langkah yang diambil Oezil.
"Tidak mungkin menerima begitu saja perlakukan rasisme semacam itu terhadap seorang pemuda yang telah mengeluarkan begitu banyak keringat bagi keberhasilan tim nasional Jerman. Ini tidak bisa ditoleransi."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejumlah pihak menganggap pertemuan Oezil dengan pemimpin Turki bersifat politis karena dilakukan di saat negara tengah bersiap menggelar pemilihan umum.
Lihat juga:Turki dan Belanda Normalisasi Hubungan |
Selain Erdogan, Menteri Kehakiman Turki Abdulhamit Gül, turut mengapresiasi langkah yang diambil Oezil dengan menyatakan bahwa pria 29 tahun itu "telah mencetak gol paling indah melawan virus fasisme."
(aal)