Lembaga Pemantau Makanan dan Obat-obatan China (CFDA) segera menyelidiki Changchun Changseng Biotechnology terkait skandal ini. Pihak berwenang juga dilaporkan telah mencabut lisensi perusahaan tersebut.
Sejauh ini, kepolisian wilayah Changchun telah menahan 15 orang termasuk pemimpin perusahaan atas "dugaan pelanggaran pidana."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Skandal ini mengungkap bobrok sistem kendali dan keamanan makanan serta obat-obatan China. Insiden pemalsuan ini membuat geger publik karena sebagian besar vaksin yang diproduksi telah beredar di masyarakat dan telah digunakan pada anak-anak.
Lihat juga:CIA: China Perang Dingin dengan AS |
Ratusan ribu komentar geram netizen membanjiri media sosial China sejak berita pemalsuan vaksin beredar pada akhir pekan lalu.
"Kepada negara saya, bagaimana saya bisa mempercayai Anda? Anda mengecewakan saya lagi dan lagi," ucap salah satu pengguna Weibo, media sosial China sejenis Twitter seperti dikutip CNN.
"Kepercayaan kami telah dikhianati berulang kali, lagi dan lagi. Ini merupakan tindakan yang sangat tidak bertanggung jawab untuk kehidupan semua orang."
"Saya sangat kebingungan. Saya harus menunggu kesimpulan resmi dari pemerintah," katanya.
Zhen mengatakan dia memilih produk vaksin buatan Changseng sebagai bentuk dukungan dan kepercayaannya terhadap produk lokal, sementara sebagian orang lebih tertarik menggunakan vaksin buatan luar.
"Tapi dengan insiden ini jelas membuat saya prihatin. Ini akan sangat sulit membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap produk nasional. Bagaimana pun, anak-anak adalah sumber kehidupan orang tua," ucap Zhen.
Insiden hampir serupa juga pernah terjadi pada November 2017 lalu, ketika setidaknya 400 ribu vaksin yang sama buatan Institut Produk Biologi Wuhan ditemukan tak sesuai standar.
Delapan provinsi dan kota segera menghentikan penggunaan vaksin tersebut, sementara empat wilayah lainnya mengklaim tidak pernah menggunakan vaksin buatan perusahaan tersebut.
Meski tengah berada di Afrika melakukan tur kenegaraan, Presiden Xi Jinping menggambarkan insiden ini sebagai "keji dan mengejutkan".
Xi meminta pihak berwenang mengusut tuntas masalah ini dan "membuang racun dari tulang" demi memperbaiki masalah vaksin ini.
(aal)