Dilaporkan AFP, Hun Sen yang berkuasa sejak 1985 di negara perang saudara selama ini membungkam para penentang, menekan masyarakat sipil, kebebasan media dan musuh politiknya.
Lihat juga:Fakta-fakta soal Pemilu Kamboja 2018 |
"Perdana Menteri Hun Sen adalah penyelamat negara," kata Sim Chantha, salah satu pemilih. "Saya memilih dia dan Partai Rakyat Kamboja (CCP)."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
TPS resmi ditutup pada 13.00 waktu setempat.
"Saya tidak memilih. Saya tidur di rumah," kata Khem Chan Vannak, mantan pejabat dari Partai Penyelamat Nasional Kamboja (CNRP) yang kini dilarang oleh negara.
"Banyak teman saya tidak memilih."
Sejumlah pemerintah Barat menarik bantuannya dari pemilu, menyebutnya tidak kredibel. Sementara kelompok pemerhati hak menggambarkannya sebagai pukulan telak pada proses demokrasi.
Lihat juga:INFOGRAFIS: Fakta-Fakta Pemilu Kamboja 2018 |
Pihak oposisi, yang para pemimpinnya kini tengah dipenjara atau mengasingkan diri, mendorong boykot "jari bersih" sebagai satu-satunya cara protes paling aman.
(aal)