Dilansir kantor berita, Raja Salman secara pribadi meyakinkan Presiden Palestina Mahmoud Abbas soal dukungan Kerajaan Arab Saudi bagi perjuangan kemerdekaan Palestina.
Desember lalu, pejabat Palestina mengungkapkan bahwa Pangeran Mohammed, atau yang dikenal dengan julukan 'MBS' telah menekan Abbas untuk menerima usulan perdamaian AS setelah Donald Trump menyatakan pengakuan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.
Di dalam rencana perdamaian AS, Palestina ditawari pemerintahan terbatas di Tepi Barat, tanpa hak untuk kembali bagi pengungsi Palestina yang terpaksa meninggalkan kampung halamannya di masa Perang Arab-Israel 1948 dan 1967.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rencana perdamaian yang diusulkan Amerika Serikat menyimpang dari Inisiatif Perdamaian Arab pada 2002. Di mana negara Arab menawarkan normalisasi hubungan dengan Israel, jika negara itu bersepakat dengan Palestina dan menarik penuh pasukannya dari wilayah yang disepakati pada 1967.
Para pejabat Arab Saudi membantah adanya perbedaan antara Raja Salman, yang terang-terangan mendukung Insiatif Perdamaian Arab, dengan Pangeran Mohammed yang dalam sebuah wawancara dengan sebuah majalah AS menyebut Israel berhak hidup damai di anah mereka sendiri.
Duta Besar Palestina untuk Arab Saudi, Basem Al-Agha menyatakan Raja Salman telah menyatakan dukungan kepada Palestina dalam pertemuan terakhir dengan Abbas. "Kami tidak akan meninggalkan Anda. Kami akan menerima apa yang Anda terima dan menolak apa yang Anda tolak," kata Al-Agha menirukan apa yang disampaikan Raja Salman kepada Abbas.
Dia menyatakan Raja Salman bahkan menyebut Konferensi Liga Arab 2018 sebagai "Pertemuan Puncak Yerusalem" dan mengumumkan bantuan sebesar US$200 juta bagi rakyat Palestina sebagai pesan bahwa Yerusalem dan pengungsi kembali dibahas. (nat)